Thursday, 2 May 2013

ASESMEN PORTOFOLIO



ASESMEN PORTOFOLIO

Istilah portofolio diambil dari bidang seni, yakni “istilah yang berarti suatu kumpulan karya sesuai maksud” (Stecher, dalam Fredman et al., 2001). Suatu portofolio menurut Cpllins (dalam Collette & Chiappetta, 1994), adalah “suatu tempat yang berisi sekumpulan bukti dari keterampilan, pengetahuan, minat, dan kecenderungan seseorang”. Bahan dan portofolio tersebut digunakan untuk membuat keputusan tentang kualitas kinerja individu yang mengembangkan portofolio itu. Portofilio digunakan dalam berbagai bidang. Para artis mengembangkan portofolio kerja seni mereka. Mereka menyelesaikan hasil kerja yang menunjukkan bukti-bukti klemampuan sebagai artis dan kualitas kerjanya. Fotografer juga menghasilkan portofolio dari foto-foto yang telah diambilnya. Mereka memasukkan foto-foto yang memperlihatkan kualitas kerjanya.
Dalam pembelajaran IPA, sebuah portofolio seharusnya memperlihatkan pertumbuhan kemampuan siswa di dalam perkuliahan IPA. Portofolio merupakan kumpulan hasil kerja yang menyediakan bukti-bukti kompetensi siswa. Menurut Collette dan Chiappetta (1994), agar koleksi hasil kerja siswa dapat disebut sebagai portofolio, diperlukan persyaratan sebagai berikut.
1.      Sebuah portofolio seharusnya  mengandung kerja orisinil siswa dalam periode tertentu.
2.      Bahan dalam portofolio juga dapat termasuk bahan-bahan yang tidak dihasilkan oleh siswa, misalnya handout, LKS, catatan dosen, dan catatan laboratorium.
3.      Koleksi kerja dalam hasil portofolio seharusnya melibatkan aspek-aspek yang berbeda dari kumpulan siswa. Koleksi tersebut menunjukkan bukti-bukti kemampuan dan kompetisi siswa di dalam satu atau lebih bidang.
4.      Sebuah portofolio seharusnya mengandung bahan-bahan yang menunjukkan bahwa siswa telah menuntaskan aspek-aspek tertentu dalam pembelajaran, sebagai contoh menulis laporan, merancang eksperimen, menangani kerja proyek, dan keterampilan siswa di dalam satu atau lebih bidang.
5.      Sebuah portofolio merupakan bukti kerja siswa sehingga dapat diases.
Portofolio sebagai asesmen otentik dapat digunakan untuk berbagai keperluan, yaitu :
1.      Mendokumentasi kemajuan siswa selama kurun waktu tertentu.
2.      Mengetahui bagian-bagian yang perlu diperbaiki.
3.      Membangkitkan kepercayaan diri dan motivasi untuk belajar.
4.      Mendorong tanggung jawab siswa untuk belajar.
Keuntungan penerapan portofolio sebagai asesmen otentik antara laian sebagi berikut :
1.      Kemajuan siswa dapat dilihat dengan jelas.
2.      Menekankan pada hasil pekerjaan terbaik siswa dapat juga memberikan pengaruh positif dalam belajar.
3.      Membandingan pekerjaan sekarang dengan yang lalu memberikan pengaruh positif dalam belajar.
4.      Siswa dilatih untuk menentukan pilihan karya terbaik.
5.      Memberikan kesempatan kepada siswa bekerja sesuai dengan perbedaan individu.
6.      Dapat menjadi alat komunikasi yang jelas tentang kemajuan belajar siswa kepada siswa itu sendiri orang lain dan pihak lain yang terkait.
Portofolio dalam penilaian dapat digunakan untuk mencapai beberapa tujuan, yaitu:
  1. Mendokumentasikan proses pembelajaran yang berlangsung.
  2. Memberi perhatian pada prestasi kerja peserta didik yang terbaik.
  3. Meningkatkan proses efektivitas pengajaran
  4. Bertukar informasi dengan orang tua/ wali peserta didik dan guru lain.
  5. Membina dan mempercepat pertumbuhan konsep diri secara positif pada setiap peserta didik.
  6. Meningkatkan kemampuan melakukan refleksi diri.
Tujuan asesmen portofolio menurut Gronlund dalam Nahadi dan Cartono adalah sebagai berikut:
  1. Kemajuan siswa dapat terlihat jelas.
  2. Penekanan pada hasil belajar terbaik siswa memberikan pengaruh positif dalam belajar.
  3. Membandingkan pekerjaan sekarang dengan pekerjaan yang lalu memberikan motivasi yang lebih besar daripada membandingkan dengan milik orang lain.
  4. Keterampilan assesmen sendiri mengarah pada seleksi contoh pekerjaan dan menentukan pilihan terbaik.
  5. Memberikan kesempatan siswa bekerja sesuai dengan perbedaan individu (misalnya siswa menulis sesuai dengan tingkat level mereka tetapi sama-sama menuju tujuan umum)
  6. Menjadi alat komunikasi yang jelas tentang  kemajuan belajar siswa bagi dirinya, orang tua, atau lainnya.
Jenis portofolio yang berbeda-beda jenisnya dihasilkan dari dan untuk memenuhi maksud dan konteks pendidikan. Tidak ada satu ‘portofolio’; terdapat berbagai portofolio (Foster and Masetr, dalam Klenowski, 2002). Menurut Duffy (1999), terdapat empat jenis atau tingkatan portofolio berdasarkan tanggung jawab siswa terhadap kerjanya dan bagaimana guru membantu siswanya :
1.      Portofolio semua hal (The Everything Portofolio)
2.      Portofolio produk (The Product Portofolio)
3.      Portofolio “Pemeran” (The Showcase Portofolio)
4.      Portofolio tujuan ( The Objective Portofolio)
Sedangkan menurut Erman (2003) manfaat portofolio akan memupuk kebiasaan siswa dalam bertindak cermat melalui pengumpulan bukti hasil kerja dan karangannya serta akan tergugah kesadarannya bagaimana seharusnya belajar yang benar sesuai dengan konsep belajar secara simultan akan terakomodasi. Fungsi portofolio menurut mata pelajaran tertentu serta pertumbuhan peserta didik. Asesmen portofolio dapat digunakan untuk berbagai keperluan, diantaranya:
  1. Mendokumentasikan kemajuan siswa dalam kurun waktu tertentu.
  2. Mengetahui bagian-bagian yang perlu diperbaiki.
  3. Membangkitkan kepercayaan diri dan motivasi untuk belajar.
  4. Mendorong tanggung jawab siswa untuk belajar. 

Penerapan asesmen portofolio haruslah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pembelajaran. Menurut Gronlund (2003) pertimbangan utama dalam perencanaan pengembangan portofolio adalah tujuan portofolio, jenis-jenis bukti yang dimasukkan, petunjuk untuk menyeleksi dan mengevaluasi isi, merawat dan menggunakan portofolio, serta mengevaluasi portofolio. Dalam mengevaluasi kinerja siswa secara keseluruhan yang tercermin dalam portofolio, dapat disusun kinerja umun untuk mengevluasi struktur portofolio, tingkat kemajuan siswa, serta rubik sekor keseluruhan. Secara lebih operasional Cooper (dalam Sweat-Guy & buzzetto-More, 2006) mengidentifikasi enam langkah apabila hendak melakukan asesmen portofolio: Mengidentifikasi ruang lingkup keterampilan, mendesain hasil belajar yang dapat diukur, mengidentifikasi strategi pembelajaran, mengidentifikasi indikator kinrrja, mengumpulkan bukti, dan penilaian. Walaupun tanpak operasional, menyatakan Cooper ini lebih mengarah kepada langkah-langkah asesmen kinerja secara umum.

Selanjutnya contoh-contoh pekerjaan tersebut disimpan dalam satu tempat khusus (file folder) untuk setiap siswa. Ketika diperlukan, portofolio siswa dapat dengan mudah digunakan. Kejujuran siswa dalam melaporkan rekaman dan dokumentasi belajarnya serta kejujuran guru dalam menilai kemampuan siswa sesuai dengan kriteria yang telah disepakati merupakan syarat dilaksanakannya asesmen portofolio.
Adapun bentuk-bentuk asesmen portofolio diantaranya sebagai berikut:
1.      Catatan anekdot, yaitu berupa lembaran khusus yang mencatat segala bentuk kejadian mengenai perilaku siswa khususnya selama berlangsungnya proses pembelajaran. Lembaran ini memuat identitas yang diamati, waktu pengamatan, dan lembar rekaman kejadiannya.
2.      Ceklis atau daftar cek, yaitu daftar yang telah disusun berdasarkan tujuan perkembangan yang hendak dicapai siswa.
3.      Skala penilaian yang mencatat isarat kemajuan perkembangan siswa.
4.      Respon-respon siswa terhadap pertanyaan
5.      Tes skrining yang berguna untuk mengidentifikasi keterampilan siswa setelah pengajaran dilakukan.
Terdapat 3 langkah dalam menerapkan portofolio, yaitu:
1.      Tahap persiapan yang meliputi:
a.       Menentukan jenis portofolio yang akan dikembangkan
b.      Menentukan tujuan penyusunan portofolio
c.       Memilih ketegori-kategori pekerjaan yang akan dimasukkan portofolio
d.      Meminta siswa untuk memilih tugas-tugas yang akan dimasukkan dalam portofolio
e.       Guru mengembangkan rubrik untuk menyekor pekerjaan siswa. Rubrik merupakan penilaian yang menjadi patokan dalam menentukan kualitas portofolio. Rubrik dapat disepakati bersama oleh guru dan siswa.
2.      Mengatur portofolio
Portofolio diatur sesuai kesepakatan selama satu semester. Siswa harus diinformasikan bahwa semua tugas atau beberapa tugas tersebut akan dijadikan bukti dalam portofolio. Tugas-tugas yang dijadikan dokumentasi harus sesuai dengan tujuan portofolio kemudian ditata dan diorganisir sesuai dengan ciri khas pribadi masing-masing. Portofolio dapat disimpan di dalam foder khusus untuk setiap siswa. Setiap bukti pekerjaan siswa yang masuk dan telah dipilih dan diberi tanggal.
3.      Penilaian akhir portofolio
Bagian akhir yaitu menilai portofolio yang telah lengkap. Aspek yang dinilai meliputi isi portofolio dan kelengkapan portofolio yang meliputi pemberian sampul, nama pengembang dan perencana (siswa dan guru), daftar isi serta refleksi diri.  
SUMBER :
Bahan belajar mandiri Pendidikab IPA di SD edisi ke Satu
http://vahonov.files.wordpress.com/2009/07/asesmen-portofolio.pdf

No comments:

Post a Comment